
Selama ini umat Kristen memahami bahwa Yesus dan Allah Bapa adalah dua person yang merupakan satu kesatuan atau bagian dari Trinitas. Yesus adalah Allah Bapa itu sendiri yang menjelma ke dunia. Namun pendapat itu akan membingungkan kita jika kita memperhatikan dan mendalami ayat Injil Lukas berikut ini, ketika Yesus disalib, dimana ia bersabda:
Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)
Kenapa Yesus berkata begitu, berdosakah orang romawi yang menyalibnya, jelas sangat berdosa. Masalahnya bukan di situ, jelas Yesus tidak mau disalib dan Yesus tidak ikhlas menjalani penyaliban itu.
Kalau kita pikirkan dengan mendalam dengan akal yang bersih, maka hal ini jelas-jelas sangat aneh! Padahal justru penyaliban itu adalah peristiwa besar sebagai akhir tugas Yesus di dunia, dan Yesus dengan senang hati menerimanya sebagai penggenapan Taurat dan penebus dosa. Jadiperbuatan penyaliban adalah bukan suatu kesalahan dan dosa besar dan tentara romawi layak menerima pahala upah penyaliban, karena melancarkan proses penyaliban dan penebusan dosa? Tetapi kenapa Yesus justru keberatan kalau disalib dengan berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawaKu. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.” (Lukas 23:46)
Ayat-ayat di atas justru akan menjadi berkontradiksi kalau kita konfrontir dengan ayat berikut ini:
Jangan takut! Aku adalah yang awal dan yang akhir, dan yang hidup. Aku telah mati, namun lihatlah Aku hidup sampai selama-lamanya dan Aku memang segala kunci maut dan kerajaan maut. (Wahyu 1:18)
Jadi artinya Yesus adalah Bapa itu sendiri, dan yang disalib itu adalah Tuhan Allah Bapa yang menjekma menjadi Tuhan Yesus. Untuk itu perhatikan lagi ayat berikut ini:
Kira-kira jam 3 berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabachtani? Artinya: AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan aku? (Matius 27:46)
Dengan demikian, Tuhan Allah bukan yang disalib, dan Yesus tidak pernah menyatu dengan Bapa, bahkan Bapa meninggalkan Yesus, artinya Bapa tidak sama dengan Yesus?