
Ketika memasuki kota suci Madinah pada malam hari dan menyaksikan masjid Nabawi dari kejauhan, Anda akan melihat keindahan masjid itu dengan menara-menaranya yang menjulang tinggi. Menara yang berjumlah sepuluh buah yang menjulang tinggi 104 m itu dihiasi dengan cahaya lampu yang menyorotkan sinar putih terang benderang. Terangnya pemandangan Masjid Nabawi pada malam hari mencerminkan nama Madinah Munawwarah yang gerarti kota yang bercahaya.
Sesampainya di Masjid Nabawi, kita akan merasakan berbagai keindahan, kenyamanan, dan kemegahannya. Arsitektur bangunan masjid yang sangat indah dan menawan tentu menjadi pembuka kekaguman Anda saat sampai di Masjid Nabawi. Bagi Anda yang berkendaraan, jangan khawatir dan bingung mengenai tempat parkir, karena masjid ini menyediakan lahan parkir yang cukup luas, terdiri atas dua lantai dan mampu menampung 4500 mobil. Anda pun bisa segera memasuki ruangan masjid melalui salah satu dari 85 pintu utama yang masing-masing berukuran 3 meter dan tinggi 6 meter. Bisa Anda bayangkan betapa besarnya dan tingginya pintu-pintu tersebut.
Salah satu hal yang paling menarik dari Masjid Nabawi adalah kubah-kubahnya. Dari sekian banyak kubah yang ada, terdapat 27 kubah yang bisa bergerak dan terbuka. Kubah bergerak ini memiliki diameter 14,7 dengan berat satu kubahnya 80 ton. Wow... berat sekali! Kubah ini dapat digerakkan secara mekanis ataupun secara manual. Apabila digerakkan secara mekanis dengan teknologi komputer, kubah bisa terbuka dalam waktu 1 menit, tanpa menimbulkan suara yang menggangu. Sedangkan bila digerakkan secara manual, diperlukan waktu kurang lebih 30 menit. Kubah bergerak ini berfungsi untuk menyuplai udara segar dan alami ke dalam ruangan masjid.
Begitu memasuki masjid, Anda akan segera merasakan udara yang sangat sejuk, berbeda dengan udara di luar masjid yang panas. Udara sejuk ini berasal dari sistem pendingin ruangan yang sangat canggih dan modern. Barangkali Anda tidak akan menyangka bahwa fasilitas pendingin ruangan itu tidak berada di dalam atau di sekitar bangunan Masjid Nabawi, melainkan di suatu lokasi yang berjarak 7 kilometer dari bangunan masjid. Mengapa mesti jauh dari bangunan masjid? Jawabannya adalah untuk menghindari terjadinya kebisingan yang ditimbulkan mesin-mesin pendingin juga generator-generator listrik yang berkapasitas sangat besar. Hal ini tentu menjadikan jama'ah yang beribadah dalam masjid menjadi lebih tenang, khidmat, dan khusu'.